Apa Itu Aneurisma ?

Angka kelainan pembuluh darah di otak kian tinggi. Salah satu yang wajib diwaspadai adalah aneurisma. Jumlah penderita penyakit tersebut 8:100 ribu penduduk. Aneurisma termasuk penyakit kepala kronis. Aneurisma yang parah akan berujung pendarahan otak. Akibatnya, pasien bisa koma hingga mengakibatkan kematian. Aneurisma adalah tonjolan yang rapuh pada pembuluh darah di otak. Umumnya, tonjolan akibat pembengkakan itu terdapat di arteri dasar otak.

Jika tidak segera ditangani, tekanan darah membuat dinding pembuluh darah semakin lemah. Tonjolan tersebut bisa pecah. Ada beberapa penyebab aneurisma otak. Di antaranya, tekanan darah tinggi. Ada dua tindakan pengobatan aneurisma. Pertama, coiling. Yakni prosedur minimal invasif atau sedikit sayatan melalui kateterisasi. Tujuannya melindungi dinding pembuluh darah yang lemah dari tekanan aliran darah. Operasi hanya pakai kateter seperti kateter jantung.

Kateterisasi otak bisa digunakan untuk mendeteksi aneurisma dan kelainan lain pada pembuluh darah. Teknik tersebut juga mampu memeriksa pola aliran darah ke tumor di otak. Karena itu, dokter bisa mengetahui sebaran tumor. Selanjutnya, tindakan kedua adalah clipping. Caranya memasukkan klip kecil di sekitar aneurisma untuk menghindari ancaman aneurisma pecah.

Aneurisma bisa dikenali lewat gejala awal. Terutama yang menunjukkan masalah aliran darah ke otak. Misalnya, sakit kepala, gangguan berbicara, dan penglihatan kabur. Kalau sudah sering merasakan gangguan itu, segera periksa ke dokter. Penanganan penyakit otak juga sudah mumpuni. Misalnya, tindakan minimal invasif, endoskopi, stem cell, dan awake surgery. Semua bisa dilakukan di Indonesia. Banyak rumah sakit yang sudah memiliki peralatan canggih.

0 Response to "Apa Itu Aneurisma ?"

Posting Komentar